Senin, 16 Juni 2008

islam dan Kemiskinan

CARA ISLAM MEMERANGI KEMISKINAN

Penderitaan dan penghinaan adalah dua kata yang maknanya seringkali mengacu pada kemiskinan atau kefakiran. Jika Allah telah menempatkan manusia pada posisi yang ebgitu mulia maka snagatlah wajar jika islam berupaya keras memberantas kemiskinan atau kelaparan yang menghantui mereka. Secara langsung islam memberikan solusi atau jalan pemecahan mengenai bagaimana memberikan solusi atau jalan pemecahan mengenai bagaimana agar hubungan simiskin dan sikaya harmonis, sehingga antara keduanya tidak lagi ada jurang pemisah yang begitu dalam.
Allah berfirman dalam qs. Albaqoroh ayat 268: Assyaitoonu ya’idukumul faqro waya’murukum bilfahsyaai wallohu ya’idukum maghfirotan minhu wafadhlan, walloohu samii’un ngaliim . artinya: setan menjanjikan atau menakut-nakuti damu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dari padanya dan karunia. Dan Allah maha luas karunianya lagi maha terpuji.
Rosulu juga bersabda dalam sebuah doa: Allohumma inni a’uudzubika minal kufri wal faqri. Faqoola rojulun : aya’dilaanii? Ai hal huma fi maqoomi wahidiin. Fakaana roduhu : na’am : Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kakafiran dan kemiskinan. Salah seorang sahabat bertanya. Apakah keduanya itu setara ? beliau menjawab? Benar.
Sabda kedua: Allohumma inni a’udubika minal faqri walqillati waddillati wa a’udubika min an adlimu au udhlamu : Ya Allah aku berlindung kepada engkau dari kemiskinan, kekurangan dan kehinaan. Aku berlindung kepada engkau dari menganiaya dan dianiaya.

Saking repotnya orang fakir dan miskin dalam mencari kebutuhan hidupnya, hingga abu hanifah mengatakan:L janganlah kamu meminta pendapat kepada orang yang dirumahnya tidak ada tepung gandum (maksudnya persediaan makanan) karena bagaimana ia dapat memberikan suatu pendapat yang akurat. Sementara ia mesti memikirkan persoalan makanan pokonya yang melilit dirinya dan keluarganya.
Didalam kitab Musykilatul faqri wa kaifa’alajahul islam (problem kemiskinan dan bagaimana islam mengetasinya) oleh Yusuf Qordhowi, vahwa untuk menanggulangi kemiskinan perlu dilakukan 4 solusi: yaitu bekerja, mengetuk hati orang yang kaya, pelaksanaan zakat dan membentuk badan logistic milik umat.
bekerja.
Perintah dalam qs almulk ayat 15: Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu. Maka berjalanlah disegala penjuru dan makanlah sebagian dari rizkinya.
Nabi bersabda dalam hadist riwayat bukhori: maa akala ahadun thongaman qottu khoiron min an ya’kula min ngamali yadihi, wainna nabiyyallohi dawuuda wakanaa ya’kulu min ngamali yadihi : tiadalah seorang menyantap makanan (yang dinilainya lebih baik) sekalipun hanya sedikit, kecuali makanan yang diperoleh dari hasil kerja dengan tangannya. Dan sesungguhnya nabiyyalloh dawud makan dari hasil kerja tangannya.
mengetuk hati orang-orang kaya
artinya menyantuni karib kerabatnya yang miskin.
Innalloha ya’muru bil’adli wal ihsan waidaa idil qurba wayanhauna nganil munkar: sesungguhnya Allah memerintahkan kamu utnuk berlaku adil dan berbuat kebajikan memberi kepada kerabat (annahl 90).
Hadits mutafaqun ‘alaih: mankana yu’minu billahi wal yaumil akhiri falyashil rokhimah: siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia bersilaturahmi.
3, pelaksanaan zakat
Zakat merupakan praktik ibadah yang mempunyai pengaruh dan hubungan social langsung dalam masyarakat manusia. Bandingkan dengan keempat rukun islam lainnya yang meskipun mempunyai hubungan social tetapi tidak secara langsung lebih terbatas pada hubungan antara individu dengan rabbnya. Mengingat pentingnya zakat, rosul bersabda: man a’toha mu’tajiron (aitoliban liajri wasawab) falahu ajruha, waman manangaha fainna aahiduha wasyatru maalihi ghurmatun min ghurmati robbina la yahillu liiaali muhammadin minha syaiun.: baeangsiapa memberikan zakat karena ingin memperoleh pahala, maka baginya pahala zakat itu. Barang siapa menahannya (tidak mengeluarkan zakat) maka kami akan mengambilnya. Setengah dari hartanya diambil sebagai pembayaran denda kepada Rabb kita. Tidak halal bagi keluarga Muhammad sedikitpun dari zakat itu.
Berdasarkan hadits tersebut, menurut yusuf qordhowi, memperbolehkan waliyul amri (pemerintah) untuk mengambil setengah harta orang muslim yang tidak mau membayar zakat. Dan bila tetap tidak membayarnya berarti dikenakan sanksi perdata dengan maksud untuk memberikan pelajaran dan peringatan bagi setiap muslim yang enggan membayar zakat.
Menurut seorang pakar fiqih ibnu hajm, bahwa hukuman bagi orang yang menolak membayar zakat adalah dengan mengambil dengan paksa zakat tersebut. Baik ia suka ataupun tidak suka. Jika ia menolak untuk memberikannya maka ia wajib diperangi. Jika ia berdusta menganai zakat tersebut maka ia adalah seorang murtad. Jika ia membayar sebagian atau setengahnya akan zakat maka ia adalah orang munkar. Orang seperti itu wajib didera sehingga ia mau membayarnya atau ia akan mati sebagai orang yang dimatikan Allah sehingga patut mendapat laknatnya.
Badan Logistik Milik Umat
Badan logistic milik umat adalah gudang persediaan atau badan logistic (baitut tamwil) milik umat islam. Badan tersebut disamping menyimpan harta kekayaan milik umum juga mengatur cara-cara pendistribusiannya. Misalnya system sewa, pinjam atau musyawarah. Selain itu ia juga sebagai tempat penyimpanan seperlima dari harta rampasan perang, uang santunan dan pajak-pajak benda mati (kharaj). Setiap muslim yang membutuhkannya bias mengambil dari tempat tersebut sesuai dengan haknya. Firman Allah dalam qs. Al-hasyr ayata 7: apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada rasulnya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya saja diantara kamu(alhasyr ayat 7)
Hal ini dikandung maksud memeratakan kesejahteraan umat seperti hadist nabi: laisal mu’minulladzii yasbangu wajaruhu jaaingu ilaajanbihi wahuwa ya’lamu : tidaklah termasuk orang mukmin jika ia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan padahal ia mengetahuinya.

Perkataan abu dzar alghifari: aku benar-benar heran melihat orang-orang islam yang tidak memperoleh makanan pokok untuk satu hari dan anehnya ia tidak keluar bersama orang-orang banyak untuk menghunus pedangnya.

Tidak ada komentar: